ATTATURK, PRESIDEN TURKI
-----------------------------------------
¤
Dikisahkan Al Fatih berdo'a kepada Allah memohon agar melaknat siapa saja yang mengubah Masjid Aya Sofya menjadi selain masjid. Tulisan do'a itu ada disamping kubur Al Fatih. Adalah Kemal Attaturk yang mengubah Masjid Aya Sofya menjadi Museum. Kemal Attaturk adalah Presiden Turki yang mengubah Turki dari negara yang semula ber-syariah Islam dengan 99% berpenduduk muslim, menjadi Negara Liberal. Ia mengubah langgam membaca al quran dengan logat/dialek Turki, kemudian diubah ke dalam bahasa Turki, dan adzan-pun dilakukan dalam bahasa Turki.
.
Attaturk adalah Presiden yang ingin memisahkan kehidupan bernegara dengan agama. Ia sangat menentang hukum Islam, melarang ummat Islam untuk shalat berjamaah dan melarang pemakaian jilbab. Ia melegalkan minuman keras dan sex bebas serta gemar berpesta pora dengan khamar. Kalau ada Ulama yang mencoba menasehatinya, Ulama ybs langsung ditangkap kemudian digantung.
.
Attaturk adalah penguasa yang sangat angkuh, amat kejam dan anti agama (Islam). Ia dikenal sebagai pencetus Sekular Turki dan sekaligus penghancur keKhalifahan Turki. Ia menganggap dirinya seperti Tuhan. Ia lupa bahwa dirinya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kematian, ia lupa bahwa di atas yang Kuasa ada Yang Maha Kuasa
.
Kematiannya sungguh tragis, dan menjadi ingatan manusia di seluruh negeri bahwa Kemal Attaturk mati dalam keadaan terhina dan tidak diterima oleh bumi. Sebelum kematiannya, Allah terlebih dahulu menyiksanya dengan azab dunia. Kulit di seluruh badannya rusak dengan cepat. Sekujur tubuhnya gatal-gatal dan berdarah akibat digaruk.
.
Menjelang kematiannya, Attaturk mengalami panas luar biasa sampai ia harus di bungkus dengan batu es. Istananya terus di siram dengan air, namun ia tetap merasa panas. Ia merasa takut berada di istana hingga minta dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Setiap kali penyakitnya kambuh, ia menjerit sekeras-kerasnya karena tidak mampu menahan rasa sakit dan jeritannya terdengar ke sekeliling istana. Ia terus berteriak kesakitan dalam sakaratul mautnya, di tengah laut.
.
Pada tangal 29 September 1938 Kemal Atatturk mengalami koma selama 48 jam, dan pada tanggal 09 November ia mengalami koma yang kedua kali. Pada saat itu air yang berada di dalam perutnya disedot dan mengeluarkan bau busuk. Ia kemudian tidak sadarkan diri selama 36 jam dan meninggal dunia pada tanggal 10 November 1938.
.
Jenazahnya tidak dimandikan, tidak dikafankan, tidak disholatkan, dan tidak dikebumikan dengan segera sesuai ajaran Islam. Jenazahnya diawetkan dan diletakkan di ruang tahta di Istana Dolmabahce selama 9 hari 9 malam. Setelah 9 hari jenazahnya baru disholatkan, itupun karena desakan seorang adik perempuannya. Tidak ada Ulama yang bersedia menyolatkan jenazahnya selain hanya orang-orang kampung yang dibayar. Kemudian jenazahnya dipindah ke Ankara, dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building.
.
Pada tanggal 21 November 1938, jenazah Attatturk dipindahkan ke tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara, berdekatan dengan Gedung Parlemen. Lima belas tahun kemudian yaitu tahun 1953, jenazahnya diletakkan di sebuah bukit di Ankara, di himpit oleh batu. Jenazah Kemal Attaturk tidak pernah dikebumikan. Tidak ada tanah yang mau menerima untuk menjadi kuburnya. Dalam buku biografi yang ditulis oleh para pendukungnya, kematian Attaturk disebutkan akibat over dosis minuman keras. Begitulah cara Allah memberikan azab kepada para penentangNya di dunia dan tentu azabNya akan lebih pedih lagi di akhirat nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar